Ada satu pemandangan yang sudah lazim di jalan lintas Tapanuli Utara-Tapanuli Tengah yakni, masyarakat setempat biasa menjemur padi di tepi jalan dan anak-anak kecil dibiarkan bermain di jalan raya.
Hewan-hewan seperti monyet, babi, anjing, ayam berkeliaran bebas.
Hati-hati jangan sampai tertabrak hewan-hewan milik orang kampung, harga ayam 100-150 ribu, bisa-bisa kena jutaan. Kata orang setempat, selalu ada orang usil jahil, mengatakan hewan mereka membawa hoki, petuah, rezeki, dan sebagainya sehingga apabila hewannya mati, maka mati pula penghasilannya. Mitos!
Hutan-hutan liar dan pokok karet terpampang berjajar di sepanjang jalan lintas Tarutung-Sibolga. Kemudian melewati puncak GM dan Batu Lobang.
Saat memasuki Batu Lobang terasa gelap dan pengap, setiap kendaraan wajib membunyikan klakson.
Batu Lubang Sibolga
Orang-orang ramai ingin berfoto ria di Batu Lobang yang bersejarah. Tetapi, tidak dibolehkan oleh petugas karena rawan kecelakaan. Batu Lobang dahulunya panjang, kemudian dibelah dua menjadi lebih pendek.
Banyak yang tidak tau, kalau di atas Batu Lobang adalah “jalannya saluran air” alami sehingga gemericik dan tetesannya jatuh ke dalam rongga celah Batu Lobang.
Akhirul kalam, hakikat manusia adalah pengembara dan musafir. Ia harus banyak berpergian agar lebih beriman.

















Komentar