Senja Temaram di Pantai Harapan

Suasana sore seperti pagi, pagi seperti sore. Matahari petang bersinar, panas masih terasa lalu teduh kembali. Pembeda antara pagi dan senja adalah hadirnya lembayung jingga di ufuk cakrawala nun jauh di kaki langit. Dan mega-mega hitam berarak pulang dikemudikan angin. Burung-burung srigunting terbang berputar mengitari air. Arus sungai yang tenang bisa tiba-tiba pasang. Di Jembatan Pantai Harapan, ada sebuah musholla kecil Al-Ikhlas. Di sinilah pengendara dan pengemudi tetirah sejenak, melepas penat dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan. Selamat jalan dan selamat kembali pulang.
Senja Temaram di Pantai Harapan
Arus sungai mengalir sampai Sungai Sunggal yang kemudian disuling menjadi air bersih di PDAM. © SeMedan.com

Dalam idiom orang Medan dan Sumatera Utara, Panté berarti sungai atau aliran air. Bukan “Pantai” dengan pengucapan “Pante” yang berarti lautan lepas tanpa batas, karang digempur ombak, dan ranting cemara yang berayun.

Tetapi, anehnya kalau panté identik dengan sungai. Sementara sungai tidak identik dengan panté. Tak pernah Sungai Deli disebut Panté Deli dan seterusnya, benar-benar membingungkan dan hanya orang Medan yang tau cara membedakannya.


Keistimewaan Jalan Pantai Harapan di Kecamatan Medan Sunggal karena jalan tersebut menjadi “jalan potong.” Jikalau di Kampung Lalang, Tanjung Anom, Terminal Pinang Baris macat maka rata-rata pengendara dan pengemudi akan menempuh rute Sunggal Kanan. Arah jalannya setelah masjid bersejarah Badiuzzaman, Jalan Bunga Raya (PDAM Tirtanadi Cabang Sunggal), Jalan Setia Indah, Pantai Harapan, Srigunting, Setia Makmur, Mencirim.Boleh dibilang jalur ini tidak pernah sepi walaupun di malam hari. Terlebih sejak adanya Pondok Pesantren Al-Munziri, jalan semakin ramai.
Senja Temaram di Pantai Harapan
Tanjakan dan turunan di Pantai Harapan, sudah masuk batas wilayah antara Kotamadya Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Sebaiknya hati-hati ketika melintas di jalur ini. © SeMedan.com

Di tanjakan dan turunan Pantai Harapan, pengendara hendaknya berhati-hati karena sewaktu-waktu bisa mogok dan bersenggolan dengan kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan. Kalau bukan pengendara dan pengemudi  yang biasa melintas di jalan tersebut tentu tidak akan tau letak persis keluar-masuk kendaraandan bisa saja terjadi tabrakan tiba-tiba. Sayangnya, rambu-rambu agar waspada tidak tersedia.
Senja Temaram di Pantai Harapan
Setelah plang nama Jalan Pantai Harapan ada sungai dan jembatan. Pemisah antara Kota Medan dan Deli Serdang. © SeMedan.com

Oleh karena itu, jika lelah menyergap sebaiknya istirahat karena istirahat sama pentingnya dengan berkendara. Senja temaram menjelang malam di Pantai Harapan, syahdunya terasa sampai ke jiwa.

Penulis: Setiadi Rachmat Saleh
Kutipan Favorit: "Seruan Sanubari"
Sumber: SeMedan.com

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *