Ketertiban Lalu Lintas Kota Medan Semakin Memprihatinkan!

Ketertiban Lalu-lintas Kota Medan semakin hari semakin memprihatinkan. Banyak sekali rambu-rambu lalu-lintas yang dilanggar seperti menerobos lampu merah, berhenti di depan garis, memotong jalur antrian sepeda motor dengan mobil, tidak memberi lampu tanda ketika akan berbelok, berkendara melewati trotoar pejalan kaki, berkendara melawan arah dan seterusnya. Secara tata-tertib lalu-lintas semuanya bisa terlihat salah. Tetapi, kalau sudah di persimpangan lampu merah semua bisa menjadi “pembenaran” untuk saling mendahului tanpa harus mempedulikan situasi dan kondisi apa pun itu termasuk petugas yang sedang bertugas.
Ketertiban Lalu Lintas Kota Medan Semakin Memprihatinkan!
Sebuah mobil "berhenti" di lampu merah menunggu lampu hijau. Seharusnya mobil berhenti di belakang “tanda merah” bergambar sepeda motor yang tertera di aspal persimpangan jalan. © SeMedan.com

Di antara semua pelanggaran lalu-lintas, paling prihatin adalah melanggar lampu merah. Sudah begitu besar lampu lampu merah, lengkap dengan warnanya: Merah berarti berhenti, Kuning siap-siap, dan Hijau berarti jalan. Masih saja ada yang buta warna dengan menerobos lampu merah. Istimewanya di Medan, dasar tak tau diri. Kalau kita berhenti pas lampu menyala merah. Kita pula yang diteriaki dan diklaksoni disuruh jalan oleh pengendara yang di belakang. Dasar sinting!

Ketertiban Lalu Lintas Kota Medan Semakin Memprihatinkan!
Di sejumlah ruas jalan persimpangan Kota Medan saat ini dilengkapi rambu-rambu bergambar “pengendara sepeda motor” yang dimaksudkan agar pengendara sepeda motor berhenti sesuai rambu-rambu dan tidak melanggar batas garis. © SeMedan.com

Seandainya penerobos lampu merah itu sadar di setiap persimpangan lampu merah terdapat streaming CCTV melalui ATCS (Area Traffic Control System). Barangkali, tidak akan ada yang berani menerobos, itupun dengan catatan harus ditindak tegas oleh petugas. Melalui kamera CCTV ATCS inilah semua kejadian dan peristiwa yang terjadi persimpangan lampu merah terekam selama 24 jam.


Oleh karena itu sebagai warga Kota Medan dan sekitarnya, harus kita dukung upaya ketertiban lalu lintas di jalan raya. Jangan sampai Kota Medan yang dikenal dengan kulinernya yang lezat, terkenal juga dengan semwrawutnya lalu-lintas. Patuhi lampu merah, itu yang pertama dan utama, selebihnya peraturan lain menyusul.

Penulis: Setiadi R. Saleh
Kutipan Favorit: "Seruan Sanubari"
Sumber: SeMedan.com

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *