Danau Toba "Monaco of Asia"

Sebagai salah satu keajaiban dunia, Danau Toba banyak menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Pemandangan Danau Toba itu semuanya indah, kemanapun mata memandang jauh ke danau semuanya indah. Danau Toba dan barisan pegunungan adalah lukisan alam terindah maha karya Tuhan sang Pencipta. Di Pulau Samosir kita akan menemukan keajaiban-keajaiban lainnya "Permata di tengah danau". Hanya tinggal selangkah lagi mewujudkan Danau Toba sebagai "Monaco of Asia".

Danau Toba Monaco of Asia

Demi mengembangkan Danau Toba menjadi tujuan wisata kelas dunia seperti Bali, pemerintah mendorong percepatan pengembangan Danau Toba menjadi Monaconya Asia. Menghidupkan kembali wisata Danau Toba yang pernah menjadi tujuan wisata favorit turis mancanegara pada era tahun 1990-an dan merupakan harapan besar  bagi rakyat Sumatera Utara, umumnya Indonesia.

Pengembangan yang akan dilakukan adalah dengan membangun sarana dan prasarana termasuk infrastruktur sehingga wilayah tersebut menarik minat wisatawan lokal maupun manca negara.

Baca juga:
Rumah Pengasingan Soekarno di Parapat
Pulau Samosir, Permata di Tengah Danau Toba
Menara Pandang Tele, Menikmati Panorama Danau Toba dari Ketinggian

Pembangunan infrastruktur sudah dimulai. Seperti pembangunan jalan tol Kuala Namu yang direncanakan hingga ke Sibolga, tahap pertama Kuala Namu-Tebing Tinggi yang progresnya telah mencapai 83 persen. Pengembangan bandara juga dilakukan untuk turis lokal atau mancanegara yang akan ke Danau Toba lewat jalur udara. Memperlebar runway Bandara Sibisa dan Silangit, dari yang sebelumnya hanya 35 meter, menjadi 42 meter. Dengan runway yang lebih panjang pesawat-pesawat berbadan besar dapat mendarat di bandara tersebut.

Penertiban dan membongkar (KJA) Keramba Jaring Apung juga sudah disosialisasikan kepada warga dan diberikan tenggang waktu untuk pengusaha keramba membongkar keramba tersebut oleh Menko Kemaritiman dan pemerintah menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka jalur kereta api Tigaras-Raya menuju Kuala Namu dan Danau Toba.


Pemerintah bukan tanpa alasan menjadikan Danau Toba sebagai ‘Monaco of Asia’.


Monaco adalah sebuah negara kecil yang menjadi tempat favorit seleb dunia, hingga perhelatan bergengsi Grand Prix Formula One. Dengan ukuran luas wilayah 202 Ha, Monaco merupakan negara kedua terkecil di dunia. Ukurannya luas wilayahnya hampir sama dengan kabupaten Samosir 206.905 Ha.

Total luas Kabupaten Samosir adalah 206.905 Ha, yang terdiri dari daratan seluas 144,425 Ha dan Danau Toba seluas 62.480 Ha (30 persen dari seluruh luas Danau Toba). Secara umum typologi Kabupaten Samosir adalah bergelombang, berbukit dan miring sampai terjal. Dari seluruh wilayah, hanya 8 % yang berwilayah datar (kemiringan 00 – 20) dan terletak pada dataran tinggi (antara 800–1.800 meter dpl). Type iklim di Kabupaten Samosir adalah Type E sampai C, hanya Dataran Tele (Kecamatan Harian) yang beriklim basah type B.

Perbedaan Monaco dan kawasan Danau Toba. Monaco berada di pinggiran perairan laut Meditarania dan Parapat-Pulau Samosir  berada di pinggiran Danau Toba. Monaco dan kawasan Danau Toba memiliki Kesamaan topografi dan luas wilayah. Hal ini pula yang menjadikan rencana pembangunan pariwisata Danau Toba meniru ke Monaco dan memiliki warna bendera yang sama dengan Indonesia.
Danau Toba "Monaco of Asia"
Monaco © huffingtonpost.com

Kesembilan langkah strategis mengembangkan danau Toba tersebut antara lain:
  1. Mempercepat pengembangan akses udara dengan memperpanjang landasan pacu dan layanan Banda Udara Sibisa di Kecamatan Ajibata, Tobasa.
  2. Membangun sarana pendukung penginapan (tourist resort) di kawasan Danau Toba.
  3. Membangun jalan tol dari bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) menuju Parapat.
  4. Mengeruk dan memperdalam Danau di Kawasan Tano Ponggol.
  5. Membersihkan kawasan Danau Toba. 
  6. Menyediakan wilayah Toba seluas 500 Ha untuk Eco-Tourism.
  7. Membuat Peraturan Presiden (Perpres) Badan Otoritas Pariwisatan Danau Toba
  8. Menggalakkan bersih, senyum bagi warga sekitar Danau Toba.
  9. Menggencarkan promosi lengkap dengan sejarah terbentuknya Danau Toba.

Pembangunan pariwisata kelas dunia di Danau Toba bila tidak ditangani dengan baik atau tidak direncanakan dengan matang, dapat menyebabkan kerusakan baik secara lingkungan maupun dampak-dampak negatif terhadap sejarah, ekonomi maupun sosial.

Pengembangan suatu obyek wisata yang dilakukan dengan baik akan menghasilkan hal positif dan pendapatan ekonomi yang baik juga untuk komunitas setempat. Namun bagaimana kita menjaga agar yang positif lebih banyak diterima daripada yang negatif.

Masyarakat yang berada di kawasan Danau Toba mempunyai peran yang sangat penting, karena mau tidak mau terlibat langsung dalam aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan pariwisata di daerah "Monaco of Asia" tersebut. Menjaga keamanan lingkungan sekitar sehingga membuat wisatawan yakin, tenang, aman selama mereka berada di obyek wisata tersebut.

Karya anak negeri untuk “Wonderful Danau Toba
Berwisata ke bumi Indonesia
Mari singgah ke Danau Toba
Sungguh indah pesonanya
Sekali lihat, langsung terpana
Oleh: Julia Roli Sennang Banurea


Halaman 2


Penulis: M. Sahidin
Sumber: SeMedan.com

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *