Cara Makan di Hari Lebaran, Cerita Perut di Hari Raya

Ketika Hari Raya tiba, segala makanan yang enak-enak dan berlemak seperti opor, sayur lodeh, rendang daging, gulai, ketupat, lontong, halua manisan, tauco udang basah dan kembang tahu semua tersedia di meja makan. Saking enaknya, sebagian dari kita lalai mengkonsumsi air putih, sayuran dan buah-buahan sehingga mudah terserang penyakit yang berhubungan dengan pencernaan.
Cara Makan di Hari Lebaran, Cerita Perut di Hari Raya
Ilustrasi Makanan Lebaran. /Dok. liputan6.com

Cara atau pola makan selama lebaran terkadang berlebihan. Menu Hari Raya banyak mengandung santan, lemak dan pedas yang dapat menimbulkan komplikasi lambung akut, darah tinggi, asam urat, mulas buang-buang air. Apa mau di kata, cerita perut di Hari Raya bukan sekedar tentang pola makan tetapi juga jamuan istimewa bersama keluarga.

Adapun di Kota Medan makanan khas lebaran seperti lontong sayur dan gulai nangka muda, kacang panjang, bihun, serundeng kelapa, kerupuk emping, tauco udang basah, tahu kering, tempe orak-arik, sambal keripik singkong.


Sudah dapat dipastikan orang yang memiliki riwayat penyakit lambung dan asam urat akan berpikir dua kali untuk menyantap hidangan Hari Raya secara berlebihan. Nangka muda tidak baik untuk penderita maag, kacang panjang tidak baik untuk asam urat.

Penyakit-penyakit yang umumnya diderita pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri adalah sebagai berikut:
  • Masuk angin, setelah berpuasa sekitar 12 jam setiap harinya selama 30 hari, stamina menurun karena kelelahan kurang tidur dan lain sebagainya. Karena itu, angin dengan mudah masuk, badan meriang pegal-pegal, batuk dan flu. 
  • Lambung dan sakit perut, ada orang tertentu yang dinding perutnya sensitif dengan cabai dan pedas sehingga terjadi iritasi usus dan pencernaan.
  • Darah tinggi dan kolestrol, jika pada bulan Ramadhan hawa nafsu dapat dikendalikan dengan makan sesuai kebutuhan. Tibanya Hari Raya semua dimakan terutama daging dan santan.

Akibat cara atau pola makan yang berlebihan di Hari Lebaran. Cerita perut di Hari Raya yang tadinya ingin nikmat dan lezat malah sakit, mulas, dan buang-buang air. Sebaiknya, imbangi dengan mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan segar. Ingatkan diri untuk selalu minum air putih. Jangan berlebihan minum sirup atau minum minuman ringan mengandung soda.


Hari Raya Idul Fitri setahun sekali, jangan sampai setiap hari raya tiba kita mengalami hal yang sama yakni sakit perut dan batuk flu. Semoga hari raya menjadi hari istimewa bukan seperti hari biasa tanpa kesan apa-apa.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Penulis: Setiadi R. Saleh
Kutipan Favorit: "Seruan Sanubari"
Sumber: SeMedan.com

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *