10 Juta Tenaga Kerja Cina Masuk Indonesia, Kebencian Tanpa Solusi

Sejak Jokowi menjadi Presiden RI dan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta, antipati pribumi terhadap etnis Tionghoa terus meningkat. Jokowi akrab menjalin kerja sama dengan RRC sehingga membuka peluang masuknya imigran gelap Cina ke Indonesia. Sedangkan, Ahok yang temperamental membuat pribumi maupun non-pribumi (Tionghoa) khawatir tragedi 8 tahun silam (1998) terulang kembali.Reformasi sosial-politik tetapi berimbas kepada ekonomi. Sulit dibayangkan jika terjadi kontak fisik berdarah antara pribumi dan non-pribumi. Sebenarnya apa membuat orang membenci Cina. Orangnya kah? Cara berbisniskah atau apa?
10 Juta Tenaga Kerja Cina Masuk Indonesia, Kebencian Tanpa Solusi
Ilustrasi penolakan terhadap pekerja Cina. /Dok. Suara Pribumi

Meski sudah ramai diberitakan di media sosial, media cetak, media elektronik, dan media online. Perang opini tentang masuknya pekerja Cina ke Indonesia belum menemukan solusi jitu. Sejauh ini yang dipertanyakan rakyat, bagaimana bisa pemerintah begitu tega kepada pribumi yang banyak menganggur akibat PHK dan lain sebagainya. Sementara di sisi lain pekerja Cina diberi kepercayaan oleh pemerintah Indonesia mengerjakan proyek kerja-sama Indonesia-Cina.

Ada baiknya kita simak sejumlah opini tentang kehadiran imigran gelap Cina tersebut:


  • Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra menilai, “kebijakan pemerintah yang memberlakukan bebas visa kepada sejumlah negara berimbas kepada munculnya imigran-imigran gelap yang ada di Indonesia. Kesalahan kita yang lain juga menyetujui masuknya pekerja Cina sebagai bagian dari syarat investasi dan pinjaman kepada Cina. Syarat seperti itu seharusnya ditolak karena Indonesia akan dibanjiri pekerja Cina yang merampas kesempatan kerja rakyat kita sendiri. Pekerja Cina yang konon akan datang sampai 10 juta orang itu jelas tidak mudah untuk dikontrol. Sebagian besar mereka pasti takkan kembali ke Cina.”(Suara Islam, 15/7/2016)
  • Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang, MS Kaban, “Celaka Indonesia, warga Cina serbu NKRI, ada waktunya mereka wajib diusir paksa pulang ke negeri asalnya. Indonesia merdeka, pribumi kuat, pribumi lemah Indonesia terjajah. Yang merasa pribumi bangkit! Kata-kata rasis intoleransi hingga dianggap melanggar HAM saat menyebut Cina hanya tameng kaum penjajah untuk melemahkan pribumi Indonesia.”(Pos Metro, 16/7/2016)
  • General Manager Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Halendra Waworuntu, “Diperkirakan ada sekitar 30 ribu wisman asal Cina akan datang ke SULUT Juli hingga Oktober 2016.”(Teropong Senayan, 14/7/2016)
  • Pertemuan bilateral antara Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Rakyat Cina Xi Jinping di Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika memastikan RRC dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia yang meliputi 24 pelabuhan, 15 bandar udara, pembangunan jalan 1.000 kilometer, jalan kereta api 8.700  km, dan pembangkit listrik 35 ribu megawatt. (Republika, 23/4/2015)
  • Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri membenarkan ada ribuan tenaga kerja asing dari Cina yang sudah masuk dan bekerja di Indonesia. Berdasarkan data izin menggunakan Tenaga Kerja Asing (MTA) yang diterbitkan Kementerian Ketenagakerjaan per Januari 2014 hingga Mei 2015 ada sedikitnya 41 ribu buruh asal Cina yang pernah mendapatkan izin kerja. Sampai akhir Juni 2015, Menteri Hanif memastikan ada 12 ribu buruh Cina di Indonesia. (Tempo, 31/8/2015)
  • Menko Polhukam Luhut Panjaitan, “Wajar buruh Cina hadir di Indonesia, karena memang investasi Cina di Indonesia besar.” (PosMetro, 15/7/2016)



Penulis: Setiadi R. Saleh
Kutipan Favorit: "Seruan Sanubari"
Sumber: SeMedan.com

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *