Makanan yang Wajib Dihindari

Saat ini makanan sehat semakin sulit ditemukan dan sebaliknya, makanan yang lezat namun tidak sehat semakin banyak. Makanan yang tampak sehat terkadang mengandung banyak racun. Contoh kecil, ayam potong yang kita konsumsi mengandung banyak zat berbahaya (hormon) karena proses pemeliharaan ayam tersebut. Berbagai jenis ikan saat ini juga sering diberikan berbagai makanan yang membuatnya lebih mudah besar. Tidak hanya itu, buah-buahan dan sayur-sayuran hijau juga tidak luput dari berbagai jenis racun, termasuk diantaranya adalah pestisida.
Makanan yang Wajib Dihindari
Makanan tidak sehat yang wajib dihindari. /Dok. naturalvittles.com

Dan berbicara mengenai makanan, sebenarnya ada banyak hal yang harus kita hindari,atau wajib kita hindari karena sangat berbahaya untuk kesehatan. Makanan-makanan tersebut biasanya mengandung beberapa bahan buatan atau bahan sintetis yang berdampak cukup fatal.

Beberapa makanan di bawah ini dikaitkan dengan kanker dan menyebabkan kehilangan ingatan atau berkurangnya kemampuan memori. Jadi, anda harus berhati-hati dalam memilih jenis makanan yang tepat untuk tubuh anda.


Hal tersebut wajib anda lakukan jika ingin hidup lebih lama. Mengubah kebiasaan makan merupakan salah satu yang paling principal dan paling penting karena berperan langsung terhadap kesehatan tubuh.


Makanan yang wajib dihindari

Cookies
Cookies memang selalu menggoda. Salah satu bahan utama yang digunakan dalam cookies adalah minyak sayur hidrogenasi. Minyak nabati ini biasanya mengandung lemak trans yang berhubungan dengan penyakit jantung. Kue itu juga kaya akan kandungan gula sehingga meningkatkan resiko penyakit diabetes.

Yoghurt
Tentu saja yoghurt memiliki banyak manfaat kesehatan. Bakteri probiotik yang ada didalamnya membantu pencernaan menjadi lebih lancar dan mencegah osteoporosis. Secangkir yogurt bisa memenuhi kebutuhan kalsium harian kita.

Namun, apabila mengkonsumsi yogurt terlalu banyak hal tersebut dikaitkan dengan resiko batu ginjal dan gangguan sirkulasi darah di dalam tubuh.

Keripik kentang
Saat ini semakin banyak produsen makanan yang menjual keripik kentang karena rasanya yang renyah dan menjadi cemilan favorit hampir semua orang. Tapi tahukah anda bahwa, keripik tersebut mengandung kalori sangat tinggi dan juga mengandung garam yang tidak sehat. Itulah sebabnya mengapa tidak heran apabila kita sering menemukan mereka yang suka ngemil memiliki badan gemuk atau mengalami obesitas.

Selain resiko obesitas, terlalu sering mengkonsumsi makanan seperti keripik kentang yang mengandung tinggi natrium akan menyebabkan kita berakhir pada hipertensi dan gangguan ginjal.

Es krim
Siapa yang tidak suka es krim? Namun sayangnya, makanan penutup yang sangat lezat ini tinggi kalori dan berkontribusi cukup besar pada kenaikan berat badan. Selain itu, es krim juga banyak mengandung pemanis buatan yang dapat menyebabkan kanker.

Pop corn
Bagi anda yang sering ke bioskop, popcorn sudah tidak asing, bahkan makanan ini menjadi salah satu paling favorit pada saat kita menonton film. Namun sayangnya, kandungan kalori yang cukup tinggi pada popcorn bisa menyebabkan meningkatnya berat badan. Selain itu, resiko kesehatan yang diakibatkan terlalu banyak mengkonsumsi popcorn adalah kanker.


Keju
Keju adalah sumber protein yang baik. Mengandung banyak kalsium dan manfaat yang lain.Akan tetapi terlalu banyak mengkonsumsi keju dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan apabila sering dikonsumsi oleh wanita bisa menyebabkan kanker payudara serta kanker paru-paru.

Daging babi
Agama tertentu mengharamkan daging babi. Namun agama yang lain ada yang menghalalkannya. Babi merupakan salah satu daging yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia dan tidak mudah dicerna.

Apabila dikonsumsi secara berlebihan, babi bisa menyebabkan beberapa masalah pencernaan dan berkaitan juga dengan kanker kolorektal.

Penulis: Husnul Khotimah
Kutipan Favorit: "Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah"
Sumber: SeMedan.com - Seputar Medan

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *