UKM Medan PRSU, Pusat Promosi Dagang Usaha Kecil Menengah

Gedung baru UKM Medan yang berada di komplek Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jalan Gatot Subroto merupakan Pusat Promosi Dagang Usaha Kecil dan Menengah. Nantinya, gedung UKM difungsikan untuk menampung berbagai produk unggulan hasil kerajinan tangan (handmake) dari seluruh kabupaten dan kota-kota di Sumatera Utara. Pelancong (traveler) domestik dan mancanegara dapat membeli suvenir unik khas Sumatera Utara tanpa perlu jauh-jauh datang ke Danau Toba, Berastagi, Bukit Lawang, Pulau Berhala, dan sejumlah tempat tamasya menarik khas wisata Medan dan Sumatera Utara.
Gedung Pusat Promosi Dagang UKM Medan berada di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU)
Gedung Pusat Promosi Dagang UKM Medan berada di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jalan Gatot Subroto. Dahulu PRSU dikenal dengan Tapian Daya. Lokasi strategis dan bawa hoki untuk berbisnis. /Dok. Setiadi R. Saleh

Jadi, secara langsung Pusat Promosi Dagang UKM merupakan wadah untuk percepatan tumbuhnya ekonomi di bidang industri kreatif. Sedekat ini, produk UKM yang dikatakan sebagai industri kreatif kebanyakan berbentuk kerajinan, buah tangan untuk suvenir cenderamata dan kenang-kenangan. Padahal bentuk UKM sendiri merengkuh berbagai item bisnis yang luas dan beragam corak.

Meski gedung Pusat Promosi Dagang UKM belum resmi digunakan. Sisi positifnya untuk menstimulus sejumlah pengusaha tua muda dan yang berpengalaman dan baru startup (mulai) agar segera menyiapkan produk ungggulan khas masing-masing kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Dan bukan tidak mungkin, suatu hari nanti Pusat Promosi Dagang UKM juga melayani penjualan secara online.


Hal ini kesempatan yang bagus sekali bagi UKM di Medan dan Sumut, mengingat Medan sebagai kota metropolitan adalah kota yang terdekat dengan ekonomi Asean: Malaysia dan Singapura. (Baca juga: Kota Medan Metropolitan, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Oleh karena itu, sudah seharusnya Pemprov Sumut dan Pemko Medan memiliki data akurat mengenai sektor UKM yang jumlahnya barangkali mencapai ribuan. Mulai dari sektor industri rumahan, perdagangan, jasa, kuliner, media independen, dan lain sebagainya. Database inilah yang dapat dijadikan pedoman dalam mengukur keseriusan Pemprov dan Pemko Medan mendukung terobosan di bidang ekonomi kreatif.

Dahulu di Kota Medan kalau UKM mau pameran susah sekali mencari tempat ideal yang integral dan menyatu dengan tema pengembangan UKM. Sekarang tidak ada alasan lagi untuk berkilah, SUMUT harus “Bersengat!”  Melalui UKM SUMUT harus maju secara ekonomi. Tidak cukup sampai di situ, kemajuan dan progresivitas SUMUT pelan-pelan harus diupayakan di semua bidang mulai ekonomi, budaya, harmoni agama, sosial-politik dan penegakan hukum.

Pertanyaan yang sering diajukan netizen, bagaimana korelasi UKM dan ekonomi suatu daerah ikut mendorong ekonomi bangsa. Jawabannya sederhana, UKM menciptakan dan menyerap lapangan kerja baru, baik di bidang ekonomi kreatif (seni) dan sektor non-migas. UKM sudah sepatutnya pendapat perhatian dari pemerintah dan diharapkan sekali sesuai dengan paket-paket ekonomi jilid 1-10 (istilah yang lazim dipakai zaman Jokowi-Jusuf Kalla).

Dengan terciptanya lapangan pekerjaan berarti ada pemasukan pendapatan daerah, daya beli masyarakat menguat, uang berputar, ekonomi bergerak, demikian seterusnya sampai tercipta suatu kondisi masyarakat madani di mana rakyatnya tidak lagi menjadi kuli atau babu budak di negerinya sendiri.
Groundbreaking pembangunan gedung informasi Pusat Promosi Dagang UKM dilakukan tahun 2013 silam oleh Gubsu H. Gatot Pujo Nugroho
Groundbreaking pembangunan gedung informasi Pusat Promosi Dagang UKM dilakukan tahun 2013 silam oleh Gubsu H. Gatot Pujo Nugroho. Pembangunan tertunda 3 tahun, sekarang 2016 kondisinya 85% selesai. /Dok. Setiadi R. Saleh

Berdasarkan keputusan Presiden RI No. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”


Saat ini banyak yang salah kaprah memandang sebelah mata bisnis Usaha Kecil dan Menengah, dianggapnya bisnis kelas teri, bukan kelas kakap. Mungkin ada benarnya juga disebut bisnis kelas teri karena rata-rata pelaku UKM memang berasal dari home industry (industri rumahan).

Coba lihat apa yang mereka (pengusaha) lakukan sungguh luar biasa. Rata-rata sabar, tekun, gigih, tahan banting tidak mudah menyerah oleh keadaan dan nasib. Inilah rahasia dari mengapa UKM bisa tumbuh dan berhasil sebagai sebuah bisnis yang tidak kenal ruang waktu, bahkan trend. UKM menciptakan pasar (segmentasi) tersendiri, ketika pasar (pembeli) tersebut belum ada peminatnya.

Akhir kata, semoga fungsi dari gedung Pusat Promosi Dagang UKM Medan segera terwujud secara optimal dan maksimal. Bravo, congratulation!

Baca juga: Pekan Raya Sumatera Utara, PRSU Medan 18 Maret-18 April 2016

Penulis: Setiadi R. Saleh
Kutipan Favorit: "Seruan Sanubari"
Sumber: SeMedan.com - Seputar Medan

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *