Tips Aman Berteman dengan Musuh Si Bos

Semoga saja kita tidak berada di situasi dimana kita mempunyai hubungan pertemanan dekat dengan seseorang yang Bos kita tidak disukai atau bahkan benci. Mau tidak mau, posisi kita akan mengalami kesulitan. Kita, teman kita dan si Bos pun akan salah tingkah. Dan masalah akan lebih banyak timbul karena sumber pertemanan itu. Ambilah langkah-langkah berikut untuk mengamankan situasi kerja yang menyenangkan namun tetap professional.
Tips Aman Berteman dengan Musuh Si Bos
Tips Aman Berteman dengan Musuh Si Bos. /Dok. www.dlr.de

Camkanlah prinsip berteman dengan semua

Apabila kita memegang prinsip dan perilaku bahwa semua orang bisa berteman dengan kita, setengah masalah kita akan sudah terpecahkan. Bos kita akan melihat itu dan kemungkinan besar tidak akan mempermasalahkan hubungan persahabatan kita dengan orang yang tidak dia sukai.

Lain lagi halnya jika kita selalu makan siang bersama hanya teman kita, meminta ijin ke ATM berdua dan sejenisnya. Sesekali, bergabunglah dengan yang lainnya. ‘Tinggalkan’ teman anda dalam beberapa situasi kantor. Manfaat lainnya, ketika bos menembak pertanyaan ‘Kamu berteman baik dengan si A?’ Kita akan lebih meyakinkan ketika menjawab ‘Saya berteman dengan semua orang, Pak/ Bu.’


Bahaslah masalah ini dengan teman anda

Apabila pertemanan kita kuat, pastilah membahas masalah ini akan menjadi biasa dan tidak bersifat sensitif. Justru hal seperti ini bisa meningkatkan keakraban kita dengan teman kita. Poin yang perlu diperjelas adalah pemberian jaminan bahwa anda tidak akan menjelek-jelekkan teman anda di depan si Bos walaupun ketika anda diminta informasinya. Dan sebagai catatan, hindari juga memberi informasi buruk tentang teman lain anda kepada atasan.

Kita pasti tahu kan kalau ada kalanya kita di posisi di korek-korek informasinya tentang satu teman kita. Jika anda bersikap tutup mulut soal semua teman, kecurigaan Bos pasti akan berkurang drastis terhadap kita. Namun jika kita biasa men-ceploskan informasi tentang beberapa orang dan kemudian kita diam ketika masalahnya adalah teman baik kita, kita sendiri yang akan menanggung akibatnya.


Pekerjaan dulu, pertemanan kemudian

Pada akhirnya kita harus sadar bahwa tugas utama kita di kantor adalah bekerja. Berteman adalah hal setelahnya. Jadi ketika kita terpetangkap dalam situasi yang tidak enak, utamakanlah kerjaan. Dan teman kita seharusnya mempunyai pikiran yang sama. Hindari sebisa mungkin berada di tengah-tengah konflik si Bos dan teman anda. Ketika teman adan curhat, dengarkanlah dan hindari saran-saran langsung yang bombastis yang mungkin akan menempatkan anda di posisi tidak enak diantara mereka berdua.

Mungkin ada kalanya beberapa situasi yang kita alami akan membawa masalah yang lumayan besar. Bahkan bisa jadi hal itu membuat putusnya hubungan pertemanan kita. Itu tentunya sangat disayangkan. Seharusnya hal seperti ini tidak perlu terjadi. Namun jika tetap saja demikian akhirnya, ada satu hal yang perlu kita resapi. Kembalikanlah semuanya pada prinsipnya, pekerjaan dulu, pertemanan kemudian. Be profesional!

Penulis: Husnul Khotimah
Kutipan Favorit: "Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah"
Sumber: SeMedan.com - Seputar Medan

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *