Vespa Butut Menembus Kabut, Anak-anak Minta Ikut

Vespa butut, vespa gembel, vespa sampah, vespa antik, vespa kaleng adalah serangkaian istilah untuk menggambarkan vespa yang dimodifikasi ekstrem. Komunitas vespa butut berpetualang menembus kabut, melintasi lintas Jawa-Sumatera yang rawan perompak dan melewati jalur tengkorak. Memilih jalan di malam hari dengan tujuan Sabang, titik nol kilometer Indonesia. Sabang adalah kota yang diagungkan bagi komunitas vespa ekstrem. Mereka rela menahan lapar daripada harus kehabisan bahan bakar.
Anak-anak berpose gembira bersama vespa ekstrem
Anak-anak berpose gembira bersama vespa ekstrem, vespa gembel. Setiap lewat vespa butut, anak-anak ini bersorak minta ikut. /Dok. Setiadi R. Saleh

Sebutan untuk penggemar vespa adalah Scooteris. Katanya, gembel itu melambangkan kebebasan, kesetiaan, kebersamaan (solidaritas) dan persahabatan. Kebersamaan melahirkan interaksi dan komunikasi yang baik di antara sesama pencinta vespa. Slogan-slogan yang familiar di kalangan penggila scooter antara lain:
  • Salam mesin kanan, satu vespa sejuta rasa.
  • Jangan mengaku kaya kalau belum punya vespa.
  • Semua vespa bersaudara.
  • Satu jalan, satu tujuan, satu kata, bersatu tanpa perbedaan.


Ide untuk membuat vespa gembel dengan modifikasi ekstrem, entah kapan pertama kali ada di Indonesia. Tetapi menurut Dailymail, media internasional yang pernah menulis tentang vespa gembel. Modifikasi vespa ekstrem mirip kendaraan Mel Gibson dan Tina Turner dalam film Madmax (1987).

Timbul pertanyaan, mengapa harus vespa? Apakah mesin vespa memang mesin yang dirancang khusus untuk jarak jauh? Katanya, mesin vespa dirancang seorang ahli mesin pesawat terbang, lebih tahan panas dan sanggup menempuh perjalanan jauh. Barangkali ada benarnya, sebab sekalipun gembel ternyata doyan touring. Namanya touring mesin harus dalam kondisi prima. Celakanya, vespa gembel lebih sering jalan di malam hari dan tidak menggunakan lampu. Sehingga membahayakan keselamatan sesama pengendara jalan raya.

Adapun barang rongsokan, kayu kering, sampah, daun, kepala hewan, kaleng rombeng, botol plastik air mineral yang sering dibawa oleh komunitas vespa gembel memiliki arti tersendiri. Bisa berguna sebagai teman di perjalanan. Kalau kepepet bisa dijual atau mereka berhenti dahulu di suatu daerah lalu kerja serabutan supaya punya uang untuk makan dan membeli bahan bakar. Pendek kata, tampilan vespa ektrem semakin gembel semakin keren, antik, unik, dan nikmat bukan main.
Sebuah vespa gembel ekstrem terparkir di pekarangan rumah dijadikan tempat bermain
Sebuah vespa gembel ekstrem terparkir di pekarangan rumah dijadikan tempat bermain. Anak-anak ingin sekali dibawa touring dengan kendaraan ekstrem penempuh jarak jauh. /Dok. Setiadi R. Saleh

Stigma buruk seringkali ditimpakan kepada komunitas vespa gembel. Sebab, orang hanya melihat dari sisi penampilan luar saja. Tidak melihat bagaimana asyiknya memiliki jiwa petualang dan melancong ke manapun dengan ongkos pas-pasan, modal doa dan tekad akhirnya sampai di tujuan. Kadang malah mengabaikan nilai keselamatan dalam kehidupan.


Terlepas apakah kendaraan vespa yang mereka naiki dilengkapi surat-surat kendaraan atau tidak. Tetapi, komunitas vespa gembel berani menempuh lintas Sumatera yang dikenal terjal dan berkelok, lurus dan panjang, naik turun perbukitan dan pegunungan, berjalan di tepi ngarai sungai atau laut.

Akhir kata, uniknya lagi kalau rombongan vespa gembel lewat, anak-anak suka berteriak kegirangan minta ikut. Salut!

Penulis: Setiadi R. Saleh
Kutipan Favorit: "Seruan Sanubari"
Sumber: SeMedan.com - Seputar Medan

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *