Paling Keren dan Unik, Teko Poci Air Bisa Terbang di Maha Vihara Maitreya

Di pelataran Maha Vihara Buddha Maitreya terdapat satu benda unik yang menjadi tontonan pengunjung khususnya anak-anak yakni, teko poci air yang bisa terbang melayang di atas permukaan tanah. Teko poci air ini terlihat keren sewaktu gemuruh air memercik tumpah luruh ke dalam wadah.
teko poci air yang terlihat terbang melayang
Paling keren dan unik yang terdapat di Maha Vihara Buddha Maitreya adalah teko poci air yang terlihat terbang melayang. Rahasianya terletak pada pipa paralon PVC yang menyangga teko. Air yang turun di pipa putih seakan terlihat transparan seperti ilusi mata. /Dok. Setiadi R. Saleh

Lokasi Maha Vihara Buddha Maitreya berdekatan dengan Masjid Al-Musannif. Masih berada dalam satu kawasan komplek Perumahan Mewah Cemara Asri Medan. Vihara Maitreya letaknya di dalam perumahan, sementara Masjid Al-Musannif letaknya di luar perumahan sebelum pintu gerbang menuju Perumahan Cemara Asri. Keduanya, sama-sama menampilkan sisi indah rumah ibadah, bersih, harum, terawat rapi, kudus, dan suci.

Perumahan Mewah Cemara Asri yang berada di Jalan Sampali Medan sebenarnya bukan tempat tamasya atau wisata tetapi tempat hunian warga yang di dalamnya terdapat rumah ibadah umat Islam dan Buddha dan sejumlah fasilitas publik termasuk kolam renang dan sarana olahraga serta sekolah dan sebuah depot pelestarian lingkungan oleh Tzu Chi yang sudah tersebar di 50 negara.


Selain rumah ibadah, tersedia juga sejumlah fasilitas yang sangat representatif untuk refreshing dan berlibur seperti tempat bermain anak, kolam bangau, kandang  merpati, ular, kura-kura, ikan, kolam renang, taman refleksi kaki, dan tidak ketinggalan tempat jajanan kuliner.

Akibatnya, kalau sudah masuk week end-akhir pekan atau libur Hari Minggu, sampah menggunung berserakan. Bangau-bangau kadang berjalan di antara sampah. Biasanya tidak lama kemudian petugas kebersihan dengan sigap membersihkan sampah-sampah organik dan non-organik. Jika sore hari ruang terbuka ini dipakai untuk jualan. Maka, pada pagi harinya dipakai untuk berolah-raga.
Seekor bangau putih berjalan di antara sampah yang berserakan
Seekor bangau putih berjalan di antara sampah yang berserakan di sekitaran komplek perumahan cemara asri Medan. Sampah-sampah biasanya dari sisa penjual jajanan kuliner sore hari. /Dok. Setiadi R. Saleh

Pada setiap malam pergantian tahun baru di komplek Perumahan Mewah Cemara Asri Medan tidak diizinkan dan dilarang menyalakan kembang api petasan dan sejenisnya. Sebab, dikhawatirkan akan mengganggu habitat ratusan bangau yang hidup leluasa di kolam sekitaran vihara.


Vihara Buddha Maitreya adalah vihara kaum vegetarian yang sangat menghormati kehidupan makhluk hidup dengan tidak mengonsumsi “sesuatu yang berdarah” termasuk turunan varian di dalamnya seperti misalkan tidak mengonsumsi telur atau susu.

Bukan sulap, bukan sihir, demikian yang terjadi. Selain teko terlihat terbang melayang. Rupanya ada rahasia lain yang tersembunyi dan itu hanya bisa ditemukan saat kita melihat langsung teko poci air tersebut.

Baca juga:
Maha Vihara Maitreya dan Kolam Bangau Cemara Asri
Masjid Al-Musannif di Perumahan Mewah Cemara Asri Medan


Halaman



Penulis: Setiadi R. Saleh
Kutipan Favorit: "Seruan Sanubari"
Sumber: SeMedan.com - Seputar Medan

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *