Bank Kompeni di Tanah Deli

Kompeni adalah terminologi untuk menyebutkan persekutuan dagang Belanda pada pertengahan abad ke-17 sampai abad ke-19. Kompeni adalah VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie, Kongsi Dagang Hindia Timur). VOC berdiri tanggal 20 Maret 1602. Selain VOC, ada juga GWC (Geoctroyeerde Westindische Compagnie, Kongsi Dagang Hindia Barat).
Bank Kompeni di Tanah Deli
Kini kantor Bank Indonesia Medan. Dahulu pada tahun 1907 merupakan bangunan De Javasche Bank untuk transansaksi perbankan menggunakan mata uang gulden. Di kanan-kiri Bank Indonesia terdapat gedung Balai Kota Lama dan Hotel Dharma Deli. De Javasche Bank adalah bank kompeni di Tanah Deli. /Dok. Setiadi R. Saleh

Lafaz kompeni mulanya diperuntukkan untuk menyebutkan kata “company” yang berarti firma atau maskapai atau lebih tepatnya perusahaan. Perusahaan yang dimaksud adalah VOC dari Belanda. Lambat-laun perusahaan VOC melakukan praktik kolonialis (penjajah-penjarah). Jadi, yang terlebih dahulu menancapkan “kuku” di Hindia Belanda bukan Belanda sebagai sebuah kerajaan. Melainkan Belanda sebagai perusahaan dagang bernama VOC.

Di negeri Melayu Tanah Deli, kondisinya berbeda. Meski sedang “dijajah” namun suasana Eropa terasa “kondusif” di Sumatera. Orang-orang Belanda hidup membangun mimpi di negeri yang baru, makan-tidur-berketurunan, rumah besar, pelayan banyak, kebun luas, harta dan kendaraan berlimpah. Tambah lagi, manusia di Tanah Deli bukan tipe pemberontak dan perompak apalagi penjajah.


Orang-orang Sumatera (asli dan keturunan) hakikatnya adalah manusia penjelajah bukan penjajah. Orang Sumatera sangat terbuka dengan perubahan. Situasi ini membuat Bangsa Eropa betah hidup di negeri yang subur Sumatera Timur (dahulu belum bernama Sumatera Utara). Oleh karena itu, Tanah Deli dijuluki Parisnya Sumatera sebagaimana Kota Bandung disebut Parisnya Jawa.

Guna melancarkan proses perdagangan bisnis dan lain sebagainya oleh Raja William I diberikan izin untuk mendirikan bank di Hindia Belanda yang bernama De Javasche Bank.  Pada masa itu transaksi perbankan menggunakan mata uang gulden (uang emas) sebagai alat pembayaran yang sah secara hukum. Lalu berangsur menggunakan uang tembaga, kemudian uang perak. Hal ini karena kondisi dan situasi di mana emas tidak selalu tersedia.
Bank Kompeni di Tanah Deli
Gedung De Javasche Bank dan Gedung Balai Kota Lama dahulu merupakan (twins tower). Kini gedung De Javasche Bank menjadi Kantor Bank Indonesia. Di samping Bank Indonesia terdapat Hotel Dharma Deli (dahulu bernama Hotel De Boer). Dari Jalan Raya Ahmad Yani Kesawan Medan ketiga gedung bersejarah masih terlihat berdiri kokoh dan menjadi magnet (landmark) Kota Medan sebagai kota terbuka terhadap perubahan zaman. /Dok. Setiadi R. Saleh


De Javasche Bank dibuka di Batavia pertama kali pada tanggal 24 Januari 1828. Kemudian jangkauan diperluas dengan membuka kantor cabang yang baru sampai kemudian dibuka di Tanah Deli pada 30 Juli 1907.

Gedung De Javasche Bank kini dipakai sebagai Kantor Bank Indonesia cabang Kota Medan. Sedangkan gedung balai kota lama (Baca juga: Nol Kilometer Kota Medan Dimulai Dari Gedung Balai Kota Lama) dahulu merupakan bagian dari De Javasche Bank (twins tower).

Baca juga:
99 Tahun Jembatan Kebajikan,The Virtuous Bridge (1916-2015)
Mengenal Tjong Yong Hian (1850-1911), Abang Kandung Tjong A Fie
Mencari Melayu di Tanah Deli, Sebentuk Retropeksi

Penulis: Setiadi R. Saleh
Kutipan Favorit: "Seruan Sanubari"
Sumber: SeMedan.com - Seputar Medan

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *