Istana Lima Laras, Tanjung Tiram, Batu Bara

Istana Lima Laras yang terletak di Tanjung Tiram Batu Bara, Sumatera Utara, saat ini berusia 103 tahun (1912-2015). Meski tidak sepopuler Istana-istana Kerajaan Melayu lainnya khususnya yang berada di Sumatera Utara. Keberadaan Istana Lima Laras sangat berguna sebagai pembelajaran sejarah.
Istana Lima Laras, Tahun 2014
Istana Lima Laras, Tahun 2014. /Dok. SeMedan.com

Pada masa itu, Istana Lima Laras berada di pemukiman nelayan yang sangat ramai disinggahi oleh kapal-kapal perniagaan dari mana saja. Sekarang kondisinya berbeda. “Pelabuhan” Lima Laras kini seperti perkampungan nelayan biasa.

Ada banyak rute jalan yang dapat ditempuh menuju ke Istana Lima Laras. Nantinya, kalau sudah sampai di depan Istana Lima Laras ada sebuah plank bertuliskan: “Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktoral Jenderal Kebudayaan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi D.I Aceh dan Sumatera Utara Istana Lima Laras.”

Baca juga: Menyusuri Pantai Timur Sumatera Utara Menuju Istana Lima Laras

Plank Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktoral Jenderal Kebudayaan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi D.I Aceh dan Sumatera Utara Istana Lima Laras
Plank Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktoral Jenderal Kebudayaan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi D.I Aceh dan Sumatera Utara Istana Lima Laras. /Dok. SeMedan.com

Istana Lima Laras berdiri di atas tanah seluas 102 x 98 meter, lebar istananya 40 x 35 meter persegi. Posisinya menghadap ke jalur sungai/laut. Sungai atau laut pada masa dahulu merupakan posisi strategis untuk perniagaan, menghalau serangan dan benteng pertahanan.


Sedangkan kalau dipandang dari sisi “topografi,” kondisi pintu ruang utama Istana Lima Laras sudah lapuk sehingga harus disanggah kayu agar tidak ambruk. Kemudian anak tangga sudah hilang sebagian. Di dalam ruangan kosong melompong, tidak ada singgasana atau mimbar/kursi raja. Benda-benda kerajaan disimpan oleh keluarga kerajaan seperti benda-benda berharga, tempayan ukiran naga, barang pecah-belah, pedang dan tombak.
Sisi sebelah kanan Istana Lima Laras
Sisi sebelah kanan Istana Lima Laras. /Dok. SeMedan.com
Sisi sebelah kiri Istana Lima Laras
Sisi sebelah kiri Istana Lima Laras. /Dok. SeMedan.com

Seperti tidak habis mengagumi Istana Lima Laras. Apabila tapuk pandangan mata dijatuhkan keluar jendela terdapatlah sebuah peristirahatan terakhir, kuburan dari Datuk Mat Yuda Seri Diraja beserta keluarga dan keturunannya. Kemudian  di depan Istana Lima Laras ada sebuah meriam yang pada masa itu dipakai sebagai alat komunikasi untuk mengumpulkan rakyat. Apabila meriam didentumkan, maka berkumpullah semua rakyat dari pelbagai penjuru negeri untuk mendengarkan sabda dan titah dari baginda raja.
kuburan dari Datuk Mat Yuda Seri Diraja beserta keluarga dan keturunannya
kuburan dari Datuk Mat Yuda Seri Diraja beserta keluarga dan keturunannya. /Dok. SeMedan.com

meriam di depan istana lima laras
Di depan Istana Lima Laras ada sebuah meriam yang pada masa itu dipakai sebagai alat komunikasi untuk mengumpulkan rakyat. /Dok. SeMedan.com

Istana Lima Laras yang dibangun pada tahun 1907 dan selesai tahun 1912 banyak sekali memiliki keistimewaan. Selain berlantai 4 dan memiliki tangga unik yang berpusing melingkar dan berputar.  Istana Lima Laras memiliki 28 pintu dan 66 jendela. Kemudian ada satu lagi yang mencolok yakni warna cat Istana Lima Laras pada bagian luar berwarna hijau. Tidak seperti Istana Kerajaan Melayu lainnya yang didominasi warna kuning. (Lihat Gambar dan Video)

Tangga berpusing melingkar dan berputar
Tangga berpusing melingkar dan berputar. /Dok. SeMedan.com
Jendela di lantai paling atas Istana Lima Laras
Jendela di lantai paling atas Istana Lima Laras. /Dok. SeMedan.com
Bagian belakang sebelah kiri Istana Lima Laras
Bagian belakang sebelah kiri Istana Lima Laras. /Dok. SeMedan.com

The Lost Kingdom Lima Laras - Batu Bara, North Sumatra



Akhirul kalam, pada kesempatan yang berbeda kita akan membahas Istana Lima Laras dari sisi muatan sejarahnya. Barangkali, saat ini satu-satunya saksi hidup (eye witness) tentang Istana Lima Laras adalah Datuk Muhammad Azminsyah.



Halaman



Penulis: Setiadi R. Saleh
Kutipan Favorit: "Seruan Sanubari"
Sumber: SeMedan.com - Seputar Medan

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *