Perpustakaan Umum Kota Medan, Kini "Berganti Rupa"

Dahulu, apabila melintas di Jalan Iskandar Muda dan melewati Medan Plaza yang terbakar, sebelum persimpangan Gajah Mada dan Iskandar Muda sebelah kiri jalan nampaklah Kantor Kependudukan Catatan Sipil, baru kemudian perpustakaan Kota Medan. Kini, hampir-hampir sulit dikenali lagi. Rupa-rupanya Perpustakaan Umum Kota Medan yang dibuka untuk umum dengan jam layanan: Senin s.d Jumat, 08.00-19.00 WIB, Sabtu & Minggu 09.00-17.00 saat ini sedang “berganti rupa” menuju lebih baik.
Bagian depan pintu masuk utama Perpustakaan Pemerintah Kota Medan Jalan Iskandar Muda No. 270, Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara
Bagian depan pintu masuk utama Perpustakaan Pemerintah Kota Medan Jalan Iskandar Muda No. 270, Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara 20151, Indonesia. Telepon:+62 61 4527921. Kondisi bagian luar perpustakaan saat ini sedang direnovasi sedangkan bagian dalam perpustakaan tidak mengalami perubahan. Pengunjung yang datang dan ingin masuk ke perpustakaan harus melewati kayu-kayu penyangga. Sebaiknya ketika berkunjung ke perpustakaan baca baik-baik pesan-pesan dan aturan yang tertera di setiap sudut ruang baca perpustakaan. /Dok. Setiadi R. Saleh

Tadinya, Perpustakaan Umum Kota Medan yang beralamat di Jalan Iskandar Muda No. 270, Medan Petisah, Telepon: 061-4527921 selama ini berada di lantai dasar bergabung dengan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Luasnya kira-kira 25 x 25 meter, cukup sempit dan jauh dari kesan laiknya sebuah perpustakaan.

Nantinya akan berdiri gedung baru 3 tingkat seluas 5 x 25 meter. Hal ini tentu saja perlu disambut baik karena sudah pasti akan sangat representatif dan memadai.

Perpustakaan Umum Kota Medan yang dibuka sejak Hari Rabu, 27 Desember 1972, memiliki koleksi 52.654 judul buku dengan berbagai tema mulai dari bahasa, agama, filsafat, IPA, Geografi, buku anak, Ensiklopedi, dan teramat banyak lagi yang bisa disebutkan. Bukan itu saja, Perpustakaan Umum Kota Medan dilengkapi dengan komputer pintar-menyediakan katalog secara online dan internet yang bebas untuk diakses.

Adapun pengunjung pengunjung perpustakaan datang dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, anak-anak, bahkan dari mancanegara. Di perpustakaan bisa belajar banyak hal termasuk bertemu dengan sesama penulis.
Rak buku sesuai klasfikasi tema buku. Tertulis keterangan, “Dilarang menurunkanmengambil buku lebih dari 5.”
Rak buku sesuai klasfikasi tema buku. Tertulis keterangan, “Dilarang menurunkan/mengambil buku lebih dari 5.” Maksudnya bukan berarti pengunjung hanya boleh membaca 5 buku saja. Melainkan, ambil bacalah buku sesuai keperluan.. /Dok. Setiadi R. Saleh

Kemajuan lainnya adalah Perpustakaan Umum Kota Medan sudah memiliki 6 cabang yang berpusat di Perpustakaan Cabang Amplas dengan koleksi 854 judul buku, Cabang Gaharu dengan koleksi 674 buku, Cabang Marelan dengan koleksi 2.920 buku, Cabang Sunggal koleksi 3.113 buku, Cabang Tembung dengan koleksi 2.509 buku, dan Perpustakaan T. Luckman Sinar dengan koleksi 2.048 buku (Sumber: Perpustakaan Umum Kota Medan).


Sisi menariknya berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Medan. Sekalipun tempatnya kecil dan sempit tetapi sangat banyak menyediakan buku-buku bergambar yang atraktif berwarna, cocok sekali untuk anak-anak. Apa salahnya dalam 2 saja sehari, kita dan anak-anak mampir sebentar ke Perpustakaan Umum Kota Medan. Kembali ke peradaban dulu, membaca buku dan untuk sementara waktu melupakan gadget dan smartphones.

Seorang anak sedang asyik membaca buku ensiklopedia bergambar dengan tema flora dan fauna
Seorang anak sedang asyik membaca buku ensiklopedia bergambar dengan tema flora dan fauna. /Dok. Setiadi R. Saleh

Semoga ke depannya, Perpustakaan Umum Kota Medan yang kini sedang “berganti rupa” dan rencananya akan bertingkat 3, dilengkapi tambahan koleksi buku dan fasilitas multimedia. Semunya itu kita harapkan dapat menambah kapasitas intelektual masyarakat Kota Medan dan Sumatera Utara, bukan hanya bagi kaum terpelajar dan masyarakat umum. Tetapi juga bagi anak-anak sebagai cikal-bakal penerus bangsa.

Penulis: Setiadi R. Saleh
Kutipan Favorit: "Seruan Sanubari"
Sumber: SeMedan.com - Seputar Medan

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *