Pemandian Sembahe Berastagi, "Surga Kecil" yang Tersembunyi (Bag 2)

Perjalanan menuju Pemandian Sembahe Berastagi sangat mengasyikkan. Setelah melewati jalan raya Djamin Ginting dan pajak Pancur Batu. Kita akan disuguhi dengan panorama yang indah khas pegunungan Berastagi, jalan berkelok, udara sejuk, dan kanan-kiri jalan diapit pepohonan hijau.
Jalan raya menuju Sembahe Berastagi. Hawa pegunungan yang sejuk dan panorama pegunungan yang indah menjadi teman penghibur dalam perjalanan mengisi liburan dan akhir pekan
Jalan raya menuju Sembahe Berastagi. Hawa pegunungan yang sejuk dan panorama pegunungan yang
 indah menjadi teman penghibur dalam perjalanan mengisi liburan dan akhir pekan. Dok/ Setiadi R. Saleh

Sebaiknya berhati-hati, karena kendaraan umum seperti Sinabung dan Sumatera Transport berlari kencang dan secara tiba-tiba menyalip dari belakang tanpa memberi klakson dan aba-aba.

Pemandian Sembahe Berastagi sendiri bukan terletak di Berastagi melainkan di Kampung Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Jadi, posisinya masih jauh dari Kota Berastagi. Sebelum Sembahe ada juga tempat pemandian umum Babar Sari.

Baca juga: Melancong Naik Odong-odong ke Kutalimbaru

Bagi pemula yang baru pertama kali berkunjung ke Sembahe, ikuti saja jalan raya Berastagi nanti di sebelah kiri dari arah Medan ada patung “kodok dan naga”  lalu belok ke arah kiri. Selanjutnya akan bertemu dengan tempat-tempat pemandian umum seperti Karomah, Bina Mitra, Bitra, Sayum Sabah dan seterusnya. Sebenarnya ini satu alur sungai yang dibuat kapling oleh masing-masing pengelola.
Patung kodok dan naga sebagai penanda jalan masuk ke lokasi pemandian Sembahe
Patung kodok dan naga sebagai penanda jalan masuk
 ke lokasi pemandian Sembahe. Dok/ Setiadi R. Saleh

Tidak banyak yang tahu, Pemandian Sembahe Berastagi sudah dibuka untuk umum sejak tahun 70-an. Sedangkan asal mula kata “Sembahe” dulunya ”Sembahe Ganjang” yakni, sebuah bukit dipagari hutan lebat dan terdapat ukiran pahatan seperti “patung.” Masyarakat tempatan menamakannya “Gana-Gana.” Setiap orang lewat, laki-laki harus memberikan rokok dan perempuan harus mempersembahkan sirih. Dari sini muncul perkataan “sembah-e” (sembahlah Gana-gana itu).


Kalau berkunjung ke Pemandian Sembahe Berastagi di saat libur dan akhir pekan. Jumlah pengunjung meningkat dua kali lipat. Suasananya ramai sekali, orang-orang duduk di atas batu sambil makan-makan lalu seenaknya mencampakkan sisa daun di genangan air. Sedangkan pada hari-hari biasa terutama saat berkunjung pagi hari. Maka, kita akan dapat melihat “surga kecil” yang tersembunyi di bawah telapak kaki perbukitan Berastagi.
Sembahe Berastagi, "Surga Kecil" yang Tersembunyi ( Bag 2 )
Pemandian Sembahe Berastagi, "Surga Kecil" yang Tersembunyi (Bag 2). Dok/ Setiadi R. Saleh

Selain itu, di Pemandian Sembahe Berastagi ada lokasi untuk rafting (arung jeram) tingkat pemula.
Jangan khawatir, kalau sekiranya tidak memiliki kendaraan pribadi, masih ada angkot langsung dari Kota Medan menuju lokasi Bitra di pemandian Sembahe.

Ingat, jangan hanya senang-senang sendirian tetapi lalai menjaga anak-anak, keluarga, kerabat dekat dalam satu rombongan. Selain itu, sebelum mandi-mandi tanyakan kepada petugas terlebih dahulu bagaimana kondisi arus sungai dan cuaca. Sebab, banjir bisa terjadi tiba-tiba. Selamat bersenang-senang di akhir pekan atau di hari lain, keduanya sama-sama mengasyikkan.


Halaman 2

Penulis: Setiadi R. Saleh
Kutipan Favorit: "Seruan Sanubari"
Sumber: SeMedan.com - Seputar Medan

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *