Melancong Naik Odong odong ke Pemandian Alami Babar Sari Kutalimbaru

Sahabat SeMedan.com, odong-odong di Kota Medan berbeda dengan odong-odong di Jakarta atau Bandung. Jika odong-odong di Bandung dan Jakarta, umumnya sepeda atau becak dayung. Tidak demikian halnya di Medan.

Odong-odong di Kota Medan adalah mobil yang memiliki gandengan. Pada malam hari lampu hias menyala berwarna-warni dan full musik. Hal ini tentu sangat disukai anak-anak karena berkesan ceria dan riang-gembira.
Odong odong khas Medan
Odong odong Khas Medan. /Dok. Setiadi R. Saleh

Odong-odong di Kota Medan menempuh jalan-jalan strategis seperti Jalan Gatot Subroto, Jalan S. Parman, Zainul Arifin, Gajah Mada, Kapten Muslim. Cukup dengan membayar Rp. 5.000/Pulang-Pergi, kita sudah dapat menikmati sisi lain dari Kota Medan. Sedangkan untuk menyewa odong-odong menuju tempat-tempat wisata-tamasya semisal ke pemandian alami Babar Sari-Kutalimbaru, Tuntungan seharga Rp. 600.000/PP.

Pelanggan jasa Odong-odong di Kota Medan umumnya datang dari sekolah-sekolah PAUD dan TK. Abi dan Ummi pemilik TPA Mahabbatul Ummi Jalan Setia Luhur Medan termasuk pelanggan setia. Setiap musim kenaikan kelas atau menjelang libur panjang menyewa odong-odong untuk bertamasya ke mana saja. Kali ini Abi dan Ummi memakai jasa odong-odong untuk mengajak santriwan dan santriwati ke  pemandian alami Babar Sari-Kutalimbaru, Tuntungan.

Pemandian alami Babar Sari-Kutalimbaru, belakangan ini menjadi pilihan baru selain Pemandian Sembahe yang lebih dahulu lebih dikenal. Meski tempatnya kecil, di Babar Sari airnya jernih dan tidak terlalu ramai pengunjung. Kemudian jarak antara Babar Sari dan Kota Medan tidak jauh sehingga dengan aman dan nyaman untuk anak-anak yang menaiki odong-odong.
Objek Wisata pemandian Babar Sari - Kutalimbaru.
Objek Wisata pemandian Babar Sari - Kutalimbaru. /Dok. Setiadi R. Saleh

Agar perjalanan aman, Odong-odong di Kota Medan tidak melaju dengan kecepatan tinggi sekitar 20 km/jam di jalan berbatu dan 40 km/jam di jalan aspal. Pemandangan menuju Babar Sari Kutalimbaru dipenuhi rimbunan daun-daun pokok-pokok kayu yang teduh, lalu ladang-ladang jagung dan kebun sayur. Tampak dari odong-odong sebuah jalan bernama Jalan Golf Tuntungan tempat markas tentara Zeni Tempur (Zipur).

Kemudian terus lagi sampai melewati Kantor Polsek Kutalimbaru. Dari sini ada sebuah jalan yang sempit dan terlihat sebuah plang tulisan, “Objek Wisata Pemandian Alam Babar Sari” sejuk alami dan nyaman yang Jalan Kutalimbaru Pasar X (10).

Harga tiket masuk ke Pemandian Babar Sari sebagai berikut:
1. Odong-odong Rp. 90.000,-
2. Mobil Rp. 25.000,-
3. Angkot Rp. 35.000,-
4. Sepeda Motor Rp.   5.000,-
5. Parkir Rp.   2.000,-

Sedangkan untuk menyewa 1 pondok Rp. 25.000. Pondok atau teratak di Babar Sari, bentuknya lebih baik dari tempat pemandian lainnya karena terbuat dari besi bukan kayu atau bambu dengan atapnya daun rumbia.


Kemudian saat tiba di Babar Sari Kutalimbaru, anak-anak (satriwan-santriwati) tidak sabar dan langsung terjun ke air yang jernih dan arusnya tenang. Sebagian ibu-ibu asyik berselfie sambil mencelupkan diri ke dalam air. Sebagian lagi sama sekali tidak tertarik untuk mandi dan malah asyik berselancar ria dengan smartphones dan gadget sambil memasang status terbaru.

Luar biasa, ciptaan Allah SWT sungguh indah tiada bandingan. Air di pemandian alam Babar Sari Kutalimbaru sangat jernih sehingga batu-batu di dalam air terlihat jelas. Bagian yang terdalam biasanya akan dipakai orang dewasa untuk berenang.

Sedangkan anak-anak sebaiknya mandi di arus yang tenang dan dangkal. Tujuannya agar orangtua dapat lebih mengawasi anak-anak. Kadang-kadang karena terlampau gembiranya anak-anak makan dan minum sambil mandi-mandi.
Pemandian Alam Babar Sari.
Pemandian Alam Babar Sari. /Dok. Setiadi R. Saleh

Dan sampailah di penghujung waktu, matahari sore sudah merapat pulang ke peraduan. Sebagian rombongan sudah berkemas, bersih-bersih dan berganti baju dengan baju kering. Bagi para pelancong (traveler) sesekali tidak ada salahnya mencoba melancong naik odong-odong di Kota Medan karena dijamin akan sangat mengasyikkan.

Penulis: Setiadi R. Saleh
Kutipan Favorit: "Seruan Sanubari"
Sumber: SeMedan.com - Seputar Medan

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *