Maha Vihara Maitreya dan Kolam Bangau Cemara Asri

Saat berkunjung ke Maha Vihara Maitreya yang terletak di Perumahan Cemara Asri Medan, sempatkan juga untuk melihat ratusan burung bangau yang terbang leluasa di angkasa, sebagian lagi hinggap di ranting ranting kayu, dan ada pula yang terbang berputar-putar, sesekali paruhnya menyentuh air, mencari ikan untuk dimakan.
Maha Vihara Maitreya dan Kolam Bangau Cemara Asri
Maha Vihara Maitreya Perumahan Cemara Asri. /Dok. SeMedan.com

Kalaulah sayap burung bangau itu tidak bergerak berkepak. Niscaya, pengunjung akan terkecoh dan menyangka bukan burung bangau. Karena, dari kejauhan tampak seperti kapas putih yang menempel di antara daun-daun hijau.
Kolam Bangau Cemara Asri
Kolam Bangau Cemara Asri. /Dok. SeMedan.com

Letak dan lokasi kolam burung bangau tersebut adanya di dalam Perumahan Cemara Asri Medan. Ada banyak jalan untuk sampai ke sana dan tidak sulit untuk mencarinya. Saat melewati pos penjaga, pengunjung diperiksa tanda pengenal dan KTP biasanya harus dititipkan. Setelah masuk lokasi perumahan, tidak jauh dari pos penjaga ada Depot Daur Ulang Yayasan Buddha Tzuchi yang siaran TV-nya sehari-hari dapat kita lihat melalui kanal DAAI TV.

Sebaiknya, jangan cepat puas dulu. Di sekitar kolam bangau ada tempat-tempat menarik lainnya seperti kolam ikan, menyaksikan bebek-bebek lucu sedang berenang, kemudian melihat merpati yang turun berebut butiran jagung dari pengunjung, ada pula ular besar yang dikurung di dalam sangkar. Ingat baca baik-baik, ada papan tanda larangan, dilarang keras memberi makan  atau melepaskan hewan ke dalam kolam. Tujuannya agar ekosistem mata-rantai makanan (food chains) berlangsung secara wajar dan alami.

Di sekitar kolam bangau pada pagi hari terutama hari libur, jarang sekali pedagang berjualan makanan. Tetapi, pada hari biasa dan hari libur, terutama pada sore hari jangan ditanya lagi berapa orang pedagang yang berjualan di sekitar kolam bangau.


Kemudian yang tak kalah menariknya adalah langsung melihat Maha Vihara Maitreya dari dekat. Apabila pengunjung datang setelah matahari tinggi, maka warna atap vihara terasa bercahaya. Sedangkan pada senja hari, suasana lebih romantis dan menyimpan drama tersendiri. Dan burung-burung bangau pergi tanpa bernyanyi, yang hitam pulang sendirian dan yang putih pulang beramai-ramai. Mencari teduh, mencari damai.

Penulis: Setiadi R. Saleh
Kutipan Favorit: "Seruan Sanubari"
Sumber: SeMedan.com - Seputar Medan

Translate

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *